Iwan fals

Berita Tuesday, 03/Apr/2012 09:35 0 Komentar - 26 hits
Perjumpaan Iwan Fals dengan pengusaha yang juga seniman, Setiawan Djodi, menghasilkan album yang berbeda karakter dari album sebelumnya. Tidak hanya itu, keterlibatan gitaris God Bless, Ian Antono, juga semakin membuat musik Iwan Fals kental dengan nuansa rock.

Setiawan Djodi yang bertindak sebagai produser terlibat langsung dalam penggarapan album ini. Dia juga menyumbang ide dan berkolaborasi dengan Iwan Fals pada tembang "Mata Dewa". Pengusaha yang dekat dengan keluarga "Penguasa" saat itu juga unjuk kebolehannya dalam bermain gitar dengan permainan yang khas.

Sepuluh lagu disodorkan dalam album ini ; Mata Dewa, PHK, Nona, Air Mata Api, Bakar, Puing, Berkacalah Jakarta, Yang Terlupakan, Perempuan Malam, Pinggiran Kota Besar.

Meski warna musiknya sedikit berubah, namun dari syair yang dibawakan masih berusaha mengkritik, protes, dan menyentil penguasa, termasuk menjadi sarana "teriakan" iwan fals sebagai wakil kelompok pinggiran. Misalkan di tembang "Puing" dimana seorang Iwan Fals memprotes ajang perang yang saat itu terjadi di Timur Tengah. Gambaran situasi pasca perang, kritik pejabat negara yang berperang sampai jeritan korban terangkum indah dalam syair. Tuan, tolonglah tuan/perang dihentikan/Lihatlah di tanah yang basah/Air mata bercampur darah../Dengan nafsu yang makin menggila/nuklir bagai dewa/tampaknya sang jendral bangga, dimimbar dia berkata/Untuk perdamaian/guna perdamaian....

Iwan Fals juga menyoroti gambaran kenyataan kota besar lewat lagu "Berkacalah Jakarta", "Pinggiran Kota Besar", "Perempuan Malam", hingga PHK. Sementara, tembang Cinta hanya terdapat pada dua lagu "Nona" dan "Yang Terlupakan"

Memang, tidak semua lagu dalam album ini murni dengan nuansa Rock, namun dibanding dengan album sebelumnya seperti "Sarjana Muda", "Opini", "Sumbang" hingga "1910", dialbum Mata Dewa Iwan Fals seolah tampil beda.

Sodoran Beat-beat Rock oleh Ian Antono yang dipadu dengan sentuhan sejumlah musisi seperti Herrie, Uce Haryono, dan Bagoes A.A, Iwan Fals seolah baru kelihatan "powernya". Teriakan-teriakan keras, nada datar, hingga lembut bisa didengarkan di album ini.

Konon kabarnya, album yang menjadi pembuka hubungan kerjasama Iwan fals dengan Setiawan Djodi, ini laris hingga jutaan kopi. Ini juga yang menjadi catatan sejarah, sebuah label (Airo Records) yang baru didirikan langsung sukses menelurkan album laris.
0

Hengky saputra
  • City: bekasi
  • Posts: 20
  • Uploads: 0
  • Scores: 335
hengky saputra

Tulis Komentar

.: Belum ada komentar :.

0.003s
ShoutBox