Musik Tradisonal Melayu KEPRI Ghazal

Sejarah Musik Tuesday, 31/Jul/2012 06:33 0 Komentar - 4 hits
Musik adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah kebudayaan. Sebagai bahasa hati dan ekspresi perasaan, musik merupakan cerminan nilai-nilai dan prinsip-prinsip umum yang mendasari dan menghidupkan kebudayaan secara menyeluruh. Boleh dikata musik merupakan salah satu elemen kesenian yang dipengaruhi tradisi budaya tertentu untuk menentukan patokan-patokan sosial dan patokan-patokan individu, mengenai apa yang disukai dan apa yang diakui oleh masyarakat di mana musik tersebut hidup.

Demikian pula dengan musik Melayu ghazal yang diurai dalam buku karya Asri, alumnus Magister Seni Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta ini. Musik yang awalnya berasal dari semenanjung Arab dan dipengaruhi oleh budaya India ini, mencerminkan pula kepribadian masyarakat di mana musik ini berasal. Irama padang pasir yang mendayu-dayu, diramu dengan tepukan tabla, alunan harmonium, gesekan biola, dan petikan gitar, menghadirkan suasana melankolis yang membuai. Masyarakat Melayu yang pada dasarnya memiliki karakter melankolis, menurut Mahyudin Al Mudra dalam pengantar buku ini, sangat sesuai dengan jenis musik ghazal ini. Ditambah dengan kekayaan pantun mereka, yang juga diadaptasi menjadi lirik lagu, membuat musik ghazal menjadi musik yang mewakili sepenuhnya jiwa dan sikap hidup masyarakat Melayu (hlm. vi).

Hingga kini, musik Melayu ghazal masih hidup di masyarakat Desa Pulau Penyengat, Kepulauan Riau, dan merupakan salah satu musik tradisional yang telah lama berkembang dan menjadi ungkapan bentuk kesenian tradisional yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat. Sejarah dan perkembangan musik Melayu ghazal di Desa Pulau Penyengat, menurut buku ini, terbilang berhasil di saat musik kesenian daerah lain mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat.

Dalam uraiannya, Asri menjelaskan bahwa adalah seorang tokoh bernama Pak Lomak yang telah berhasil meneruskan perjuangan leluhur untuk mengenalkan musik ghazal dari Arab ke Johor Malaysia hingga ke Desa Pulau Penyengat di Kepulauan Riau. Perjuangan Pak Lomak yang gigih dan penuh tanggung jawab merupakan modal dasar yang digunakannya untuk menyebarkan musik Melayu ghazal. Selain itu, Pak Lomak juga berupaya untuk menggabungkan alat musik dari negara lain dengan musik Melayu ghazal, sehingga menjadikan musik ghazal dapat mengikuti perkembangan zaman dan mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Pulau Penyengat.
0

moxslez
  • City: batam
  • Posts: 592
  • Uploads: 42
  • Scores: 1005

Tulis Komentar

.: Belum ada komentar :.

0.003s
ShoutBox