Sragenan

Sejarah Musik Wednesday, 30/Jan/2013 05:04 2 Komentar - 351 hits
SRAGENAN

Gending-gending Sragenan sering menjadi topik perbincangan seru di kalangan pelaku karawitan Jawa. Beberapa orang bahkan
mengkritiknya keras. Musikalitasnya dikatakan tidak bermutu dan penyajiannya digunakan oleh sekelompok orang untuk berjoged dan
minum minuman beralkohol. Walaupun banyak mendapatkan kritikan, namun gending-gending Sragenan tetap hidup, bahkan tambah hari
kehidupannya makin semarak dan wilayah persebarannya makin rneluas. Setelah dilakukan pengamatan, ditemukan kata gayeng jenis
suasana atau rasa yang mempunyai kedudukan penting dalam gending-gending Sragenan. Dalam berbagai penyajian karawitan, kata guyeng sering diucapkan oleh para penikmat untuk meminta atau menunjuk gending-gending Sragenan. Dari temuan itu timbul permasalahan.:
(1) Bagaimana format garap musikal gending-gending Sragenan?;
(2) Bagaimana bangunan suasana atau rasa gayeng?;
(3) Apa kedudukan guyeng dalam gending-gending Sragenan?;
(4) Faktor apa saja yang menjadi penyebab timbulnya suasana gayeng dalam gending-gending Sragenan?
Tujuan penelitian adalah:
(1) Mendeskripsikan format garap musikal gending-gending Sragenan; (2) Merumuskan bangunan suasana gayeng;
(3) Menemukan kedudukan guyeng dalam gendinggending Sragenan; (4) Menemukan faktor penyebab timbulnya suasana gayeng dalam sajian gending-gending Sragenan.
Data penelitian diperoleh dari sumber tertulis, pengamatan, wawancara, dan kaset audio komersial.
Beberapa tulisan yang diperlukan antara lain:
(1) data statistik . Kabupaten Sragen;
(2) Tulisan tentang karawitan Jawa dan karawitan yang hidup di Sragen.
Data dari pengamatan antara lain:
(1) waktu pementasan karawitan;
(2) repertoar dan garap musikal gending-gending Sragenan; dan
(3) berbagai bentuk interaksi pada penyaji maupun penonton.
Data dari wawancara antara lain:
(1) keberadaan, fungsi seni dan sosial gending-gending Sragenan;
(2) arti gayeng. Kaset audio komersial gending-gending Sragenan
digunakan sebagai pembanding penyajian karawitan dalam studio rekaman dan pertunjukan langsung. Kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut: gending-gending Sragenan terdiri atas garap badhutan dan dungdutun. Keduanya memiliki ciri garap musikal meliputi: bentuk, instrumental, dan vokal. Garap musikal tersebut berorientasi pada terciptanya suasana atau rasa gayeng, jenis suasana atau rasa yang mengandung unsur: menah (ramai, seru, hidup, regeng, sigruk, gumyak), gecul (jenaka, lucu, humoris), enak (nikmat, segar, mempesona, sejuk, menarik hati), dan senang (betah atau kerasan) yang timbul dari proses kegiatan atau peristiwa interaktif Agar bersuasana gayeng,
gending asal berbentuk apapun diubah menjadi srepegan dan dangdut. Kendangan disajikan sedemikian rupa agar "enak dijogedi". Bonang barung dan penerus banyak memainkan pola jalinan, demikian pula demung dan saron. Teks vokal menggunakan bahasa keseharian yang temanya dikenal akrab oleh masyarakat. Dalam gending-gending Sragenan juga banyak terdapat garap jengglengan dan suwukan. Timbulnya
0

dutha
  • City: sragen
  • Posts: 65
  • Uploads: 28
  • Scores: 703

Tulis Komentar

.: 2 Komentar :.


tonibotax
  • City: lamandau
  • Posts: 3
  • Uploads: 0
  • Scores: 274
Tuesday, 05 March 2013 14:49
mantap tpi aq ra iso, ..................... kang .....................
0

Erlangga Roland
  • City: Sragen/Batam
  • Posts: 212
  • Uploads: 40
  • Scores: 701
Tuesday, 05 February 2013 22:31
Mantappp...Bozz.....GENDING SRAGENAN.....
:thumbsup:
:thumbsup:
:thumbsup:
0
0.027s
ShoutBox