Pada artikel terdahulu, dengan judul dan tema yang sama, pembahasan lebih kepada kronologi lahirnya penggunaan sampling sebagai jawaban atas ketidak tersediaannya sound kendang pada keyboard yang digunakan oleh pemain organ tunggal (OT) ditambah lagi adanya keinginan para pemain untuk membuat sound-sound instrument lainnya agar lebih mirip, tapi sayangnya hanya sekedar mirip saja, tidak lebih, sehingga apabila kita dengarkan lebih cermat hasilnya seperti 2 sumber suara (satu dari keyboard dan yang lainnya dari komputer) yang tidak menyatu walaupun ada dalam satu komposisi, ibaratnya dalam sebuah gelas ada minyak dan air, namun seperti biasanya who cares .., EGP, the show must go on.

Pada artikel bagian kedua ini saya akan mencoba untuk mengulas kenapa hal ini bisa terjadi. Ada beberapa kemungkinan:

Kemungkinan yang pertama adalah proses pembuatan sample tidak didukung oleh peralatan dan sarana yang memadai atau mungkin sama sekali sample tersebut tidak dibuat melainkan hanya diambil (comot dari sana sini) dengan cara cut and paste.

Kemungkinan kedua adalah proses mapping yang mengabaikan parameter-parameter yang sebenarnya sudah tersedia pada software sampler yang digunakan (seperti Reason NN-XT, Emulator, Sample Tank, Steinberg HALion, Kontakt, dll., termasuk yang umum digunakan oleh pemain OT yaitu drum sampler Battery), yang paling kentara adalah setiap sample yang di-mapping tidak dilengkapi dengan velocity range-nya masing-masing, sehingga pada saat sound tersebut dimainkan terdengar seperti robot atau mesin (istilahnya tidak humanized atau tidak ada dinamikanya).

Kemungkinan ketiga adalah proses pembuatan dari midi-nya itu sendiri, seperti detilnya, efek yang digunakan dan juga balancing & mixing, karena sebagus apapun sound module yang digunakan akan menjadi sia sia apabila hasil midinya kurang bagus.

Namun terlepas dari itu semua kita tetap harus menghargai upaya perubahan ini yang pada hakekatnya bertujuan agar panggung hiburan OT tetap eksis dan semakin berkibar, di sisi lain kita sebagai musisi/player atau programmer yang mengusung bendera OT tentu mempunyai tanggung jawab moral juga untuk senantiasa mengembangkan kemampuan musikalnya masing-masing agar posisi player OT bisa sejajar dengan musisi-musisi di bidang lain, salah satunya adalah berupaya untuk memperbaiki sound module (pemain OT lebih suka istilah sampling) yang mereka gunakan dalam pertunjukan OT agar tidak dicemooh oleh musisi diluar OT.

Sekedar informasi, tulisan ini saya buat berdasarkan hasil pengamatan secara acak dari berbagai situs yang menampilkan komposisi hasil sampling dan masukan dari beberapa kawan (sesama pemain OT), sehingga belum tentu 100% mewakili kondisi yang sebenarnya, salah satunya adalah situs SoundCloud (yang memang diperuntukan khusus buat format WAV). Akhir kata, mohon artikel ini jangan dianggap sebagai upaya untuk menyudutkan para pengguna sampling akan tetapi jadikanlah sebagai motivasi untuk membuat karya yang lebih baik. Mohon kritik, saran dan maaf apabila dalam tulisan ini terdapat kekeliruan serta ada yang merasa terganggu.
0

Helly Hilmi
  • City: Cianjur
  • Posts: 513
  • Uploads: 92
  • Scores: 1207
Think HOW to make it EASY, don' think HOW DIFFICULT it is .. !! (motto-ku)

:phone: 08157151240 :baca:


http://i-love-midi.blogspot.com

MIDI Gratis - Artikel Musik - Chord Lagu
Tutorial - Info MIDI - Tips & Trick, dll


helly_hilmi@yahoo.com
hellyhilmi@gmail.com

Tulis Komentar

.: Belum ada komentar :.

0.001s
ShoutBox