Profil Ahmad Albar

Musik Tuesday, 07/Oct/2014 10:56 1 Komentar - 17 hits
Ahmad Albar (Ahmad Syech Albar) lahir di Surabaya pada 16 Juli 1946. Ahmad Albar adalah putera ke dua dari pasangan ” Farida Alhasni dan Syech Albar,” seorang tokoh musik gambus pada zaman sebelum perang (voor de Oorlog-Belanda). Ketika berumur 3 tahun ayahnya (Syech Albar) meninggal dunia.

Setelah suaminya meninggal,’Farida Alhasni’ kemudian ‘tergoda’ oleh tokoh Perfilman Nasional. Yang bernama Jamaludin Malik. Dan Akhirnya menikah. Pernikahan ini melahirkan ‘Camelia Malik’. Albar, sempat bersekolah di Surabaya, masa kecilnya pun sempat berpindah-pindah rumah. Kota Bandung tempo doeloe adalah salah satu kota yang pernah ia singgahi bersama sang bunda tercinta.

Sementara itu diam-diam bakat seni sang ayah (alm. Syech Albar) menurun kepada dirinya. Bukan cuma musik, tapi juga film. Wajahnya yang lucu muncul pertamakali dalam film “Jenderal Kantjil”(1958). Saat itu usianya baru 12 tahun. Itu ia buktikan dengan keberhasilan bandnya “Bintang Remaja”, yang menjuarai festival band bocah di jakarta (1960) sebelum kemudian membentuk band ‘Kuarta Nada’.

Ketika di Indonesia muncul peristiwa ‘Gestafu’, Ibunya Iyek yang merasa khawatir dengan situasi di Negeri bekas Kolonial Belanda ini, saat itu, segera menitipkan kepada seorang kerabatnya yang berada di Nederland (Belanda 1960). ‘Kuarta Nada’, terpaksa bubar, tidak sampai disitu, hubungan dengan dunia film pun terputus. Sambil meneruskan kiprah musiknya, Albar bekerja di sebuah restaurant dan kursus gitar klasik.

Di negeri Kincir Angin ini karir musik Ahmad Albar mulai terang-benderang. Ia memenangkan kontes Musik bakat yang diselenggarakan oleh TV Holland pada saat itu. Kesibukannya sebagai guest vocal “The Tee Set” segera menarik perhatian “Take Five”(1966), kelompok musik anak-anak Melayu yang baru saja ditinggalkan penyanyinya, ‘Willy Malakusea’. Salah satunya personil Belanda “Adrie Voorheijen”, drummer yang juga memiliki agensi bernama Rouleutte. Take Five sebenarnya mempunyai peluang untuk berkembang, sangat disayangkan usianya hanya bertahan sampai tahun 1967.

ahmad_albar2-755301Albar pun menerima tawaran Eugene den Hoed, gitaris Clover Leaf, sebuah trio Asal Belanda yang gemar memainkan musik keras. Clover Leaf pun berubah formasi menjadi:

Ahmad Albar (vocal).
Eugene Hoed (gitar).
Jack Verbugt (bass).
Marcel Lahaye (organ).
Adrie Voorheijen (drum).

Dibawah penanganan manajer ‘Jack van Loon’, Clover Leaf berhasil mendapatkan kontrak dari Polidor. “Adrie” itu personel yang bertubuh paling kecil,” cerita Albar. Group ini merilis album singel “Grey Clouds” dan “What Kind Of Man”. Namun karya yang berhasil melejitkan nama Clover leaf sebagai group yang patut diperhitungkan adalah “Don’t Spoil My Day” ciptaan ‘Jack V’ dan Albar, lagu pop berirama riang yang mengandalkan istrumen brass sebagai kekuatan aransemen. Berkat lagu ini Clover Leaf berhasil menembus Australia, Belgia, Luxemburg, Jerman dan beberapa negara tetangga Belanda lainnya.

Tahun 1971 Eugene mengundurkan diri. Penggantinya adalah gitaris ‘Ludwig Lemans’, mantan Group 19th Dimension. Clover leaf yang berpindah label dari Polidor, ke Imperial, semakin mengukuhkan status mereka sebagai band dengan aktraksi panggung sangat memikat.

Ludwig memberikan kontribusinya sebagai penulis berbakat pada “Tell The World” dan” We Love each Others,” namun sebenarnya secara popularitas tidak sesukses karya-karya terdahulunya. Setelah merilis singel “Woman/If Meet Her,” Clover Leaf, band asal Nederland yang gemar memainkan musik keras atau “ngak ngik nguk” itu (kata Presiden Soekarno) akhirnya membubarkan barisan.

Pada 1972 bersama Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf, dirinya pulang dan mengunjungi Indonesia. Iyek mencoba mencari musisi untuk bergabung dengan dirinya. Pada 1973, Iye, Ludwig, Donny Fattah, Fuad dan Jockie Soerjoprajogo mengadakan latihan di Puncak untuk menghadapi pergelaran musik di Taman Ismail Marzuki. Dalam latihan mereka sepakat membentuk sebuah grup dengan nama God Bless.

ahmad-albar-donny-fattah-terlahir-sebagai-pemusikKesuksesannya saat merilis album perdana bertajuk God Bless pada tahun 1975 membuat grup rock itu menjadi grup pembuka konser grup rock dunia “‘Deep Purple’” di Jakarta. Figur Ahmad Albar meroket menjadi superstar rock Indonesia dan Majalah Tempo edisi 27 September 1975 menjadikan dia sebagai laporan utama dengan memajang foto Albar di sampul depan.

Ahmad Albar yang berambut kribo kemudian membentuk grup Duo Kribo bersama Ucok Harahap vokalis AKA Band yang juga berambut kribo. Duet Ahmad Albar sempat mengecewakan sebagian penggemarnya ketika pada 1979 merilis album dangdut berjudul Zakia atas prakarsa wartawan majalah musik Junior, Masheri Mansyur. Maklum ketika itu dangdut masih kerap dianggap sebagai musik kampungan oleh sebagian masyarakat.

Album ini berisi sembilan lagu. Enam karya Albar adalah “Zakia”, “Karena Harta”, “Mawar Merah”, “Raja Kumbang”, “Tuhan Ada”, dan “Beku”. Tiga lainnya adalah “Pernyataan” (M Harris), “Obral” (Titiek Puspa), dan “Raja Sehari”(Ian). Ternyata lagu “Zakia” yang diciptakannya “meledak” di pasaran. Gitaris Ian Antono-lah yang meracik musiknya sehingga enak didengar. Tak hanya bernyanyi dangdut, Ahmad Albar pun main dalam film “Irama Cinta” bersama ratu dangdut Elvy Sukaesih dan berduet membawakan lima lagu: “Aku Bahagia”, “Rasa Berdebar”, “Seharusnya Kau Tahu”, “Engkau Jauh”, dan “Lintah Darat”.

Sepanjang 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Ahmad Albar mengeluarkan album Syair Kehidupan (1980) bersama Ian Antono, Dunia Huru Hara dan Dunia Dibakar Api (1988) yang dibuat bersama pemusik Areng Widodo, Kartika (1989) bersama Gito Rollies, album Secita Cerita, Langkah Pasti, dan Scenario bersama Fariz RM, dan Tangan Baja bersama Farid Hardja, serta Jangan Ada Luka (1996) bersama lady rocker Nicky Astria.

Saat mencari vokalis untuk Gong 2000 yang digawangi Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard), dan Donny, pilihan jatuh pada Ahmad Albar, karena dia dianggap yang terbaik saat itu. Konser Gong 2000 tanggal 26 Oktober 1991 di Parkir Timur Senayan memuaskan sekitar 100.000 penonton dengan peralatan sistem suara berkekuatan 120.000 watt dan lampu berkekuatan 300.000 watt. Grup ini menghasilkan empat album: Bara Timur (1991), Gong Live (1992), Laskar (1993), dan Prahara (2000). Di sini Albar nyaris sempurna melahirkan God Bless kedua. Penggemar tampaknya tidak peduli apakah yang mereka dengar Gong 2000 atau God Bless, yang penting ada Ian, Donny, dan Albar.

Achmad Albar1Iyek sendiri adalah mantan suami artis Rini S. Bono dan mempunyai anak laki-laki yang kemudian dikenal sebagai aktor, Fachry Albar. Selain itu, Iyek adalah saudara tiri dari penyanyi dangdut Camelia Malik, dari bapak aktor Jamaluddin Malik. Namun belakangan setelah Iyek menjalani persidangan dalam kasus narkoba tahun 2008, diketahui seorang perempuan bernama Dewi telah menjadi istrinya. Dewi mengaku telah menikah dengan Iyek pada awal tahun 2006, tanpa diketahui media.

Dalam perjalanan hidupnya rocker gaek ini terlibat dalam kasus narkoba. Ia ditangkap di rumahnya di Cinere, Depok, pada 26 November 2007. Polisi menemukan sebutir ekstasi di kamar mandinya, selain juga menangkap Jenny Chandra, seorang buronan kasus 490 ribu butir ekstasi yang sebelumnya digrebeg di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Hasil tes urin Albar juga menunjukkan kandungan zat psikotropika yang biasa digunakan untuk ekstasi. Sementara anaknya, Fachry Albar sempat menjadi buronan polisi atas tuduhan kepemilikan 0,3 gram kokain, meski hasil test kemudian dinyatakan negatif. Facry yang menyerah pada 30 November 2007 itu pun kemudian bebas dari tuntutan.

Sementara Albar sendiri setelah melalui masa persidangan cukup panjang akhirnya diganjar vonis delapan bulan penjara. Selain itu ia juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 6 juta dan membayar ongkos perkara Rp 10.000. Iyek akhirnya resmi bebas pada 11 Juli 2008.
0

hafid_armi
  • City: Solok
  • Posts: 89
  • Uploads: 70
  • Scores: 544

Tulis Komentar

.: 1 Komentar :.


casiopie
  • City: bangkalan
  • Posts: 1
  • Uploads: 0
  • Scores: 0
Sunday, 09 November 2014 07:46
Salut bro atas artikelnya..
Ahmad Albar adalah penyanyi rock yg belum ada tandinganny ditanah air, demikian jg grupnya God Bless.
Ditahun 80 - 90an grup ini menjadi jujugan grup grup beraliran rock di tanah air, bahkan lagu2 nya sering dijadikan lagu
wajib di setiap lomba/festival rock..
Bravo Ahmad Albar..
0
0.025s
ShoutBox